Home / Health / Fakta dan Mitos tentang Kesehatan yang Paling Populer
Fakta dan Mitos tentang Kesehatan - Minuman Alkohol
Fakta dan Mitos tentang Kesehatan - Minuman Alkohol

Fakta dan Mitos tentang Kesehatan yang Paling Populer

Fakta dan Mitos tentang Kesehatan

Fakta dan Mitos tentang Kesehatan di Masyarakat yang Paling Populer

Selama ini kita dijejali oleh banyak hal yang kita anggap sebagai sebuah kebenaran. Ada banyak sekali mitos-mitos tentang kesehatan yang kita terima sebagai sebuah fakta. Beberapa di antaranya mungkin baru kita sadari setelah kita dewasa, bahwa mitos-mitos tersebut tumbuh di masyarakat kita dan dampaknya bisa membuat kita salah dalam melangkah, menilai ataupun melakukan sesuatu. Beberapa hal yang sering rancu apakah itu fakta atau mitos di antaranya adalah cokelat menyebabkan gemuk. Fakta dan Mitos tentang Kesehatan berikut ini mungkin banyak yang belum Anda ketahui sebelumnya.

Yukk kita langsung saja ke pembahasan Fakta dan Mitos tentang  Kesehatan di bawah ini. Mudah-mudahan poin-poin dalam artikel ini memberikan pencerahan kepada kita semua …

– Minum Alkohol Membuat Tubuh Menjadi Hangat

Banyak orang mengonsumsi alkohol dengan alasan menghangatkan badan. Di negara-negara beriklim dingin, mungkin hal ini bisa diterima. Faktanya, minum alkohol justru menyebabkan suhu tubuh menurun.

Fakta dan Mitos tentang Kesehatan - Minuman Alkohol
Fakta dan Mitos tentang Kesehatan – Minuman Alkohol

– Garam Membuat Memasak Air Lebih Cepat

Di beberapa daerah, orang mempercayai bahwa menambahkan garam pada air yang dimasak mengakibatkan air menjadi lebih cepat mendidih. Namun demikian, faktanya materi yang ditambahkan ke dalam air yang direbus akan menambah titik didihnya sehingga justru membuat memasak air menjadi sedikit lebih lama.

– Bayi Tumbuh Gigi Selalu Disertai Demam

Kebanyakan orngtua mempercayai bahwa pada saat anak mereka (bayi) mengalami tumnbuh gigi pasti akan disertai demam sehingga bayi menjadi rewel dan terus menangis. Sebenarnya, anak yang sedang tumbuh gigi tidak selalu mengalami demam. Anak kecil atau batita usia 6 bulan sampai dengan 3 tahun masih rentan terkena berbagai macam infeksi ringan. Infeksi tersebut mengakibatkan flu, pilek yang mengakibatkan pada terjadinya demam.

– Perawatan atau Treatment yang Dilakukan Terkait Kesuburan Berisiko Meningkatkan Kanker

Untuk mendapatkan keturunan, beberapa pasangan melakukan kunjungan ke dokter kandungan. Ada beberapa tretment atau terapi yang dilakukan yang biasa disebut sebagai program kehamilan. Namun demikian, ada anggapan dalam masyarakat bahwa hal tersebut berisiko meningkatkan terjangkitnya kanker baik kanker kandungan maupun kanker payudara. Faktanya, tidak ada studi ilmiah yang membuktikan hubungan keduanya.

– Mengonsumsi Buah-buahan Menaikkan Risiko Gula Darah

Adalah benar bahwa buah-buahan banyak mengandung gula. Namun demikian, gula yang terdapat dalam buah-buahan alami adalah fruktosa yang justru akan membantu mengolah timbunan glikogen dalam organ hati. Fruktosa adalah gula dari buah alami yang tidak menyebabkan naiknya kadar gula di dalam darah. Baca juga: Menurunkan Gula Darah secara Alami

– Banyak Mengonsumsi Coklat Menyebabkan Kegendutan

Mitos yang juga banyak beredar di kalangan remaja pada umumnya adalah bahwa mengonsumsi coklat (atau cokelat ) dapat mengakibatkan kegendutan atau obesitas. Fakta yang terjadi adalah sebaliknya yaitu bahwa mengonsumsi coklat hitam (dark chocolate) justru dapat menyebabkan kita menjadi lebih langsing. Baca juga: Fakta Unik tentang Coklat yang Harus Anda Tahu

– Sering Melakukan Masturbasi Membuat Dengkul Menjadi Kopong

Mitos ini beredar luas di kalangan remaja pria pada umumnya. Rata-rata remaja pria di dunia melakukan masturbasi dan diterima sebagai hal yang lumrah. Banyak yang mempercayai bahwa terlalu sering melakukan masturbasi membuat lutut atau dengkul menjadi kopong. Namun demikian, para pakar kesehatan dan gizi menepis mitos tersebut dan menyatakan bahwa masturbasi tidak ada hubungannya dengan dengkul menjadi kopong atau badan menjadi kurus kerempeng.

– Perempuan Berpayudara Besar Lebih Berisiko Terkena Kanker Payudara

Faktanya kanker payudara tidak ada hubungannya dengan ukuran. Besar kecilnya payudara hanya berkaitan dengan pemeriksaan kanker yang berbeda. Ukuran payudara yang besar akan membuat pemeriksaan lebih sulit dibandingkan dengan ukuran payudara yang lebih kecil. Oleh karena itu, semua wanita harus aware akan bahaya kanker tersebut dan melakukan pemeriksaan secara berkala.

Fakta dan Mitos tentang Kesehatan - Kanker Payudara
Fakta dan Mitos tentang Kesehatan – Kanker Payudara

– Cuaca yang Dingin Menyebabkan Flu

Selama ini masyarakat kita sering salah kaprah dengan beranggapan bahwa udara dingin dapat menyebabkan flu. Faktanya orang mengalami flu apabila terinfeksi virus influenza. Kedua hal tersebut tidak berkaitan satu sama lain secara langsung. Akan tetapi, pada udara yang dingin virus influenza lebih bisa berkembang biak dengan baik. Apabila kondisi tubuh cukup fit dan tidak terkena virus influenza berada di udara yang dingin tidak membuat kita terkena flu.

– Sering Melepas Kacamata Berakibat Minus Bertambah

Rabun jauh atau mata minus dialami oleh banyak remaja pada usia pertumbuhannya. Ini disebabkan oleh kebiasaan membaca buku atau menatap layar televisi, monitor laptop, komputer atau ponsel dalam waktu yang lama. Namun demikian, masih banyak yang mempercayai bahwa minus yang terus bertambah disebabkan salah satunya oleh kebiasaan sering mencopot kacamata.

Faktanya anggapan tersebut adalah mitos belaka. Anak-anak yang masih berada di masa pertumbuhan masih mungkin mengalami mata minus dan terus bertambah seiring dengan aktivitasnya sehari-hari. Banyak orang yang mengira bahwa hal tersebut ada kaitannya dengan kebiasaan sering melepas kacamata.

-Kanker Berarti Vonis Mati

Di masyarakat kita anggapan bahwa terkena kanker berarti vonis mati perlu diluruskan. Selama ini banyak yang menganggapnya sebagai suatu hal yang pasti bahwa kanker identik dengan kematian dan tinggal menunggu waktu saja. Faktanya, saat ini berbagai penemuan baru di dunia medis perlahan namun pasti menjawab tantangan tersebut dan memberikan hasil yang positif dan membanggakan. Pengobatan ataupun terapi yang tepat dapat mengatasi berbagai jenis kanker yang menghantui kesehatan manusia di seluruh dunia. Baca juga: Makanan Penyebab Kanker yang Sering Anda Konsumsi

– Diabetes dibagi Menjadi Diabetes Basah dan Kering

Selama ini beredar anggapan bahwa luka yang tak kunjung sembuh pada penderita penyakit gula darah adalah tanda diabetesnya termasuk jenis basah. Faktanya tidak ada pembagian diabetes menjadi diabetes basah dan diabetes kering. Hal yang sering membuat masyarakat menjadi rancu akan penyakit ini adalah jenis diabetes mellitus.

Luka yang tidak segera mengering tersebut adalah komplikasi sebagai akibat dari kadar gula darah yang terus naik. Bagaimanapun juga, mitos yang cukup menyesatkan ini telah lama diterima sebagai sebuah kebenaran. Selanjutnya, baca: Apa Itu Penyakit Diabetes

– Diabetes adalah Penyakit Keturunan

Sebagian besar dari kita mungkin akan beranggapan demikian. Selama ini kita memahami apabila orangtuanya penderita diabetes, maka anak-anaknya punya risiko tinggi terkena diabates juga. Namun hal tersebut bukan karena si penderita menurunkannya kepada anaknya, tetapi lebih pada gaya hidup, pola makan, dan konsumsi yang sama selama bertahun-tahun. Ada data yang cukup mengejutkan seperti kami lansir dari situs berita http://health.detik.com bahwa ada hampir 95% kasus diabetes bukan berasal dari penyakit keturunan. Itu lebih berkaitan dengan kelebihan asupan karbohidrat yang berakibat terjadinya kejenuhan pada insulin. Ini mengakibatkan kelebihan kadar gula darah dan menjadi diabetes. Baca juga: Menurunkan Gula Darah secara Alami

– Minum Es pada saat Menyusui Menyebabkan Bayi Pilek

Ada mitos yang dipercaya masyarakat bahwa pada saat ibu menyusui, ia tidak boleh minum es karena dapat menyebabkan bayi terkena pilek dan batuk. Minuman dingin yang dikonsumsi ibu tidak akan menyebabkan bayi yang minum ASI terkena pilek. Air susu yang dikonsumsi si bayi akan tetap hangat karena keluar dari tubuh. Bayi bisa terkena pilek karena tertular dari udara. Ibu yang terkena pilek dan menyusui bayinya bisa menularkan pilek tidak melalui ASI-nya melainkan lewat udara.

Fakta dan Mitos tentang Kesehatan - Ibu Menyusui
Fakta dan Mitos tentang Kesehatan – Ibu                  Menyusui

– Memberi Susu Hangat Akan Menyebabkan Bayi Cepat Tidur

Ketika bayi menangis di malam hari, orangtua memberinya minum susu hangat supaya bayi cepat tidur. Kenyataannya, bayi menangis atau terjaga di malam hari bukan karena haus saja, tetapi karena banyak faktor. Membuatnya merasa nyaman akan lebih cepat menidurkannya, misalnya dengan menimang-nimang atau mengipasinya. Memberi susu hangat hanya salah satu faktor saja.

– Anak-anak Membutuhkan Asupan Multivitamin Tambahan

Masyarakat kita percaya bahwa setiap anak seharusnya mendapatkan multivitamin tambahan di masa pertumbuhan. faktanya adalahanak-anak perlu untuk mendapatkan asupan berupa ASI eksklusif selama satu tahun pertama. Setelah itu mereka juga mendapat banyak vitamin ketika bermain dengan berinteraksi dengan alam dengan sinar Matahari dan juga udara segar yang mereka hirup.

– Biji-bijian yang Tertelan Dapat Menyebabkan Usus Buntu

Banyak yang mempercayai bahwa apabila kita menelan biji jambu biji atau cabai, kita akan terkena usus buntu. Dalam pemikiran kita, biji-bijian tersebut masuk atau terjebak di dalam usus buntu dan menyebabkan peradangan usus butu atau apendiksitis. Faktanya peradangan usus buntu bukanlah disebabkan oleh biji-bijian yang tertelan dan ” nyangkut” di dalam usus buntu. Walaupun ada kemungkinan, biji-bijian tersebut tersangkut di sana, tetapi bisa dikeluarkan lagi bersama kotoran.

– Mandi Malam Menyebabkan Rematik

Kebiasaan mandi malam memang tidak baik untuk kesehatan. Namun demikian, tidak seperti mitos yang dipercaya di masyarakat kita ternyata mandi malam tidak menyebabkan rematik. Rasa ngilu yang sering muncul dan dikeluhkan setelah mandi pada malam hari membuat mitos mandi malam berkaitan dengan rematik ini dipercaya luas di masyarakat. Faktanya raa ngilu ini bukan gejala dari penyakit rematik. Rasa ngilu tersebut muncul sebagai respons dari sel-sel saraf yang kadang-kadang sangat sensitif terhadap udara dingin.

– Semakin Tua, Kebutuhan Tidur Berkurang

Semakin manusia berumur, kebutuhan untuk tidur di malam hari menjadi berkurang. Kenyataannya, mereka membutuhkan waktu tidur yang sama dengan orang dewasa lainnya yaitu antara 7 sampai dengan 9 jam setiap harinya. Orang yang lebih tua biasanya memang tidak bisa tidur lelap seperti ketika masih muda. Kekurangan jumlah waktu tidur di malam hari pada orang tua bisa menyebabkan penurunan kemampuan kognitifnya. Oleh sebab itu, orang yang sudah tua tetap harus tidur dengan waktu yang cukup.

 

Demikian tadi seputar Fakta dan Mitos tentang Kesehatan yang beredar luas di masyarakat kita dan kita terima sebagai sebuah kebenaran.  Banyak di antaranya cukup menyesatkan. Oke ditunggu lagi update-an nya ya Gaes …

About unik

Check Also

Manfaat Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur

Manfaat Minum Air Putih setelah Bangun Tidur

Manfaat Minum Air Putih setelah Bangun Tidur Manfaat Air Putih untuk Kesehatan Segera setelah bangun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *